Akibat Sering Menghisap Ganja – Segi Kesehatan, Sosial, Psikologis dan Ekonomi

241585_ilustrasi-narkoba-atau-rokok-ganja_663_382

Tahukah Anda kejahatan apa yang paling sering terjadi di Negara Anda? Apakah korupsi, penipuan, perampokan, pembunuhan, pemerasan, pemerkosaan, atau yang lain? Apapun kejahatan yang sering terjadi di suatu negara, pastilah ada yang namanya kejahatan karena pemakaian narkoba atau narkotika. Narkoba atau narkotika memang digunakan oleh orang banyak. Ada yang secara terang-terangan mengonsumsinya, namun ada pula yang secara diam-diam bahkan harus kucing-kucingan dengan publik ketika akan mengonsumsinya. Seperti di Indonesia ini, karena di Indonesia pemakaian narkoba atau narkotika tanpa anjuran medis memang suatu bentuk tindakan yang melanggar hukum.

Narkotika ini jenisnya ada bermacam-macam. Ada yang berbentuk pil-pil kimiawi, seperti ekstasi. Ada yang berbentuk serbuk, seperti sabu-sabu. Ada pula yang berbentuk herbal, yaitu daun ganja. Pada kesempatan ini kita akan membicarakan seputar daun ganja.

Apa Itu Ganja ??

Ganja atau Cannabis sativa syn. Cannabis indica merupakan suatu tumbuhan budidaya yang menghasilkan serat yang hidup subur di daerah beriklim tropis yang dalam bijinya terdapat zat narkotik, yaitu tetrahidrokanabinol.  Penggunaan ganja di Indonesia sangat dilarang dan akan mendapat sanksi keras apabila melanggarnya. Ganja ini berbentuk daun lima jari, seperti daun singkong namun lebih runcing. Penggunaan ganja ini dengan cara dihisap yang dikeringkan terlebih dahulu lalu dibuat seperti rokok. Orang-orang juga banyak yang menyebut ganja ini dengan nama marijuana.

Ganja ini merupakan gerbang narkotika. Karena ganja ini sifatnya tidak terlalu keras seperti narkotika jenis yang lain seperti obat-obatan yang mengandung bahan kimia (contoh: putaw dan sabu-sabu). Sebelum melangkah menggunakan narkotika jenis lain yang lebih keras, rata-rata pengguna narkotika menggunakan ganja terlebih dahulu. Ganja ini justru terkadang memberikan dampak positif. Dan ganja ini juga tidak menyebabkan penggunanya kecanduan hingga meninggal.

Orang yang biasa menghisap ganja dapat dilihat dari tanda- tandanya. Jadi pemakai ganja ini mempunyai ciri- ciri khusus yang tentu saja beda dari orang-orang umum. Sehingga orang yang mempunyai ciri- ciri sebagai berikut bisa saja orang tersebut adalah penghisap ganja secara teratur, yaitu: mata telihat merah, mulut kering, bibir menjadi kecoklatan, perilakunya tidak wajar, sering menguap, nafsu makan meningkat, daya ingatan menurun, bicara tidak jelas/ kacau, kurangnya pengendalian diri, konsentrasi menurun, sering depresi dan menyendiri.

Apa alasan pemakaian ganja ??

Ada berbagai  macam alasan mengapa seseorang ingin mengonsumsi ganja. Salah satunya adalah kandungan zat tetrahidrokanabinol yang menyebabkan euforia atau rasa senang yang berlebihan dan berkepanjangan tanpa sebab. Alasan lain penggunaan ganja ini adalah untuk hal pengobatan karena ganja ini diklaim sebagai pereda rasa sakit, penyembuh penyakit kanker, penghilang stres, dan dapat mendorong kreativitas penggunanya. Selain alasan medis atau psikologis yang menginginkan ketenangan. Ada juga alasan sosial mengapa orang memutuskan untuk mengonsumsi ganja. Alasan sosial tersebut adalah ingin terlihat gaya, tuntutan kelompok atau ikut-ikutan teman, coba-coba, merasa dirinya dewasa, hingga mencari tantangan.

Memang ganja ini mempunyai beberapa dampak positif bagi penggunanya. Namun perlu diingat juga bahwa ganja ini tetap saja narkotika, sehingga pemakaian dalam jangka panjang ini akan menimbulkan banyak sekali dampak yang negatif bagi penggunanya. Dampak penggunaan ganja tidak hanya dilihat dari segi kesehatan saja, namun juga dari segi psikologi, sosial, dan ekonomi. Berikut adalah akibat menghisap ganja baik dan buruk secara jangka panjang.

Dampak dari Segi Kesehatan

Paling banyak efek ganja ini memang dilihat dari segi kesehatan. Telah dikemukakan diatas bahwasannya ganja ini berguna dalam dunia medis. Secara umum manfaat ganja dalam dunia medis sebagai berikut :

·         Menghambat penyakit alzheimer yang menyerang otak

·         Sebagai obat penenang yang menghilangkan kecemasan

·         Menghentikan serangan epilepsi

·         Menyembuhkan penyakit kanker

·         Penghilang sakit nyeri.

·         Meningkatkan kapasitas paru-paru

·         Sebagai obat penyakit glukoma

·         Menurunkan gejala multiple sclerosis.

·         Mengatasi mual

·         Mengatasi tremor dan meningkatkan kemampuan motorik pada penderita parkinson.

Namun jika ganja digunakan secara teratur dan jangka panjang dapat menyebabkan gangguan kesehatan antara lain :

·         Beresiko terkena kanker seperti kanker paru-paru, kanker kulit, kanker lambung, kanker otak, kanker hati, kanker getah bening.

·         Kehilangan semangat untuk melakukan aktivitas dan cenderung merasa bosan.

·         Menurunnya kemampuan otak untuk berfikir dan mengingat.

·         Hasrat seks menurun.

·         Produksi sperma berkurang bagi pria dan siklus haid tidak teratur bagi wanita.

·         Gangguan kejiwaan.

·         Rusaknya sistem kekebalan tubuh.

·         Gangguan pernafasan. Seperti: rusaknya paru-paru, asma, nafas pendek, radang paru-paru.

·         Gangguan reproduksi, seperti kanker rahim, kanker serviks, kanker prostat, kanker, ovarium, impotensi, dan gangguan kehamilan.

·         Gangguan pencernaan, seperti: radang usus, radang hati, radang ginjal, gagal ginjal, dan hepatitis.

·         Semakin cepatnya detak jantung yang terkadang sulit untuk dikontrol.

·         Mata memerah.

Dampak dari Sisi Psikologis

Konsumsi ganja juga dapat mempengaruhi seseorang dari sisi psikologis. Dampak baik dari sisi psikologis antara lain:

·         Merasa nyaman dan seperti terbebas dari masalah.

·         Beban otak berkurang, stress berkurang.

·         Meningkatkan daya kreativitas.

·         Terciptanya rasa tenang.

Namun dampak positif diatas hanya bersifat sementara. Sementara jika ganja dikonsumsi pada waktu jangka panjang akan dapat menimbulkan :

·         Mengalami halusinansi dan delusi.

·         Hal ini terjadi dan termasuk tanda-tanda kecanduan.

·         Merasa cemas. Penderita akan mudah merasa cemas akibat dari mengkonsumsi ganja ini.

·         Mengigau, seperti efek mengkonsumsi bahaya alkohol.

·         Menghambat proses mengingat dan berfikir.

·         Difusi kognitif.

Dampak dari Sisi Sosial

Selain dampak dari sisi kesehatan dan psikologi, pemakaian ganja ini juga menimbulkan dampak dari sisi sosial. Dampak positif yang dihasilkan dari mengkonsumsi ganja di bidang sosial ini hampir tidak ada. Namun yang paling mencolok adalah pemakai ganja ini, dapat bergaul lebih baik dari pada yang tidak mengkonsumsi. Hal ini karena konektivitas otak akan meningkat setelah bertahun-tahun mengkonsumsi ganja. Namun dampak positif ini tidak selalu terjadi di kalangan pengonsumsi ganja. Justru dampak negatif yang paling mencolok, yaitu:

·         Dijauhi dari pergaulan masyarakat, karena dinilai sebagai pecandu.

·         Gangguan belajar.

·         Gangguan motivasi.

·         Menurunnya fungsi sosial di masyarakat, karena biasanya pecandu sering mengurung diri.

·         Meningkatnya kriminalitas. Hal ini dapat disebabkan karena efek nge-fly yang didapatkan dari ganja, dan efek kecanduan yang menuntut pecandu untuk mengonsumsi ganja lagi. Jika pecandu tidak ada uang, maka mereka bisa melakukan apa saja untuk mendapatkannnya.

Dampak dari Sisi Ekonomi

Pencandu ganja ini hampir tidak ada manfaatnya bagi sisi ekonomi. Manfaat justru dirasakan oleh pengedar atau penjuan ganja.

Hal ini karena penjual akan mendapatkan untung dengan nominal banyak, karena pembelinya adalah orang yang sudah kecanduan yang mau tidak mau memang harus membeli. Sedangkan dampak negatif akibat menghisap ganja dari sisi ekonomi adalah pemborosan luar biasa. Apalagi jika sudah kecanduan, otomatis ganja akan menjadi barang pokok, dan menyebabkan pengeluaran yang begitu besar.

Narkotika dan Kriminalitas

Banyak sekali kasus-kasus pemakaian narkotika ini yang sudah sampai ke meja hukum. Pelaku yang ditangkap pun bukan hanya pemakai, melainkan justru pengedarnya. Jika pemakai narkotika itu harus direhabilitasi, maka pengedarnya yang harus diberi hukuman. Pelaku yang berkaitan dengan narkotika (pemakai dan pengedar) ini bukan hanya orang dewasa, namun juga golongan remaja dan tua sekalipun. Dan pelaku ini bukan dari golongan penjahat atau kriminalis saja, bahkan artis dan public figure lainnya juga banyak sekali yang terlibat.

Ditinjau dari segi bisnis, narkotika memang salah satu peluang bisnis yang sangat menggiurkan. Hal ini karena narkotika sudah ada pelanggannya yang setia. Bagaimana tidak? Pengguna narotika ini akan kecanduan sehingga mau tidak mau mereka harus mengkonsumsinya. Jika tidak maka si pengguna tersebut akan sakau dan dapat membahayakan jiwa. Pengguna narkotika ini bisa dari macam-macam kalangan. Dari anak seusia sekolah hingga kakek-kakek sekalipun. Banyak motif mengapa mereka ingin mengonsumsi narkotika. Selain karena motif yang disengaja, tidak jarang pecandu narkotika pada mulanya dipaksa untuk mencicipi, hingga kemudian berubah menjadi kecanduan.

Comments are closed.