ROKOK = NARKOBA

tentang-rokok

Pendapat ini timbul dikarenakan rokok memiliki 3 sifat jahat dari narkoba, yaitu habituasi, adiksi dan toleransi. Habituasi adalah suatu perasaan rindu terus menerus melintas dipikiran untuk menggunakan zat, sehingga seseorang akan terus berkeinginan menggunakan zat tersebut saat berkumpul denganteman sesame pemakai. Sedangkan adiksi merupakan dorongan kompulsif untuk menggunakan suatu zat disertai tanda – tanda ketergantungan. Ketergantungan dapat berupa ketergantungan psikis maupun fisiologis. Ketergantungan psikis merupakan kompulsi penggunaan zat untuk memenuhi kebutuhan psikologis, seperti untuk menghadapi stress. Sedangkan ketergantungan fisiologis berarti proses perubahan fungsional tubuh sedemikian rupa dikarekan paparan rutin terhdapat zat.

Sementara toleransi adalah contoh bentuk ketergantungan fisiologis, yaitu sering bertambahnya waktu penggunaan maka pemakaian zat berikutnya diperlukan dosis yang lebih besar dari sebelumnya untuk mencapai efek kenikmatan yhang sama. Teleransi inilah yang akan membuat seorang perokok, dan pemakai narkoba liannya terus menambah jumlah batang rokok yang dihisapnya dari waktu ke waktu.

Mengandung 4.000 Zat Kimia

Rokok merupakan narkoba termurah dan dijual bebas. Dalam sebatang rokok mengnadung 4.000 macam zat kimia. Tidak ada satupun produk farmasi yang berisikan 4.000 macam zat kimia dapat dibeli dengan harga sedemikian murah. Ironisnya, dari 4.000 zat itu, 20 diantaranya adalah racun mematikan dan 8  dari 20 racun maut tersebut adalah zat karsinogenik atau penyebab kanker ganas, sementara sisanya dalah racun tikus hydrogen sianida (biasa digunakan untuk mengeksekusi narapidana yang dihukum mati), methanol (bahan bakar roket), butan (bahan bakar korek api), arsen (racun serangga), karbon monoksida (racun knlapot), tylamin (penyamak kulit), ammonia (pembersih lantai), DDT (racun hama), dan lain-lain. Itulah sebabnya perokok rata-rata berumur pendek. Kematian perokok terbanyak disebabkan oleh serangan jantung koroner, kemudian stroke, kanker, radang saluran pernapasan dan paru-paru. Selai penyakit yang diderita oleh tubuh, penampilan perokok juga terkesan kusut, kering, tidak fit, tidak segar dan terkesan tua. Rokok juga dapat menyebabkan impotensi dan gangguan kehamilan dan janin. Efek kenikmatan yang diberikan oleh nikotin (segar, fit, tidka lesu) sesungguhnya dapat diperoleh secara alami dan nyata tanpa rokok, yaitu dengan rajin berolahraga, banyak minum air putih dan istrhat yang cukup.

Perokok Cilik

Seseorang yang memulai merokok dari masa kanak-kanak akan mengalami 4 hal dalam hidupnya, pertama, derajat ketergantungannya kepada rokok akan tinggi. Akibatnya usaha untuk berhenti merokok kelak akan lebih sulit dibandingkan dengan yang merokok setelah dewasa. Kedua, perokok cilik akan menglami dampak gangguan kesehatan yang lebih parah. Berikutnya, selain terhdap fisik, rokok juga berpengaruh terhadap perkembangan mental. Perokok cilik banyak yang berkembang mentalnya menjadi sombong karena merasa lebih cepat dewasa daripada teman sebayanya. Terakhir, setelah beranjak dewasa perokok cilik biasanya egois. Ia akan merokok di sembarangan tempat dan tidak peduli terhdap sekitarnya.

Ketertarikan generasi muda untuk mencoba rokok sesungguhnya didorong oleh sifat-sifat positif alami manusia muda. Diantaranya adalah perasaan ingin lebih hebat disbanding teman sebayanya, oleh lingkunganya, dan perasaan setia kawan. Namun untuk menghindari masuk kedalam lumpur rokok sebaliknya generasi muda bisa menolak ajakan berperilaku negative, seperti merokok. Tolak ajakan merokok dengan halus tanpa menyakiti orang yang mengajak merokok. Bila perlu, dibals  dengan sopan kepada orang yang mengajak untuk merokok dengan mengajak orang tersebut berhenti merokok.

Comments are closed.